/ 4
JAKARTA β Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Cipinang terus menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan program pembinaan kemandirian bagi warga binaannya. Hal ini diwujudkan melalui kegiatan produktif pembuatan tempe, sebuah langkah nyata yang tidak hanya meningkatkan keterampilan warga binaan, tetapi juga turut mendukung program ketahanan pangan nasional.
Dalam program pembinaan ini, warga binaan tidak sekadar menerima teori di dalam kelas. Mereka dilibatkan dan terjun secara langsung dalam seluruh proses produksi, mulai dari tahap awal pengolahan biji kedelai hingga menghasilkan produk tempe berkualitas yang siap untuk dikonsumsi. Pemanfaatan bahan pangan secara produktif ini menjadi bukti nyata kontribusi Rutan Cipinang terhadap ketahanan pangan.
Lebih dari sekadar memproduksi makanan, kegiatan ini dirancang sebagai sarana pembelajaran komprehensif untuk membangun karakter dan keterampilan warga binaan. Melalui proses produksi tempe, program ini secara aktif menumbuhkan:
- Kedisiplinan dalam bekerja.
- Tanggung jawab terhadap kualitas produk yang dihasilkan.
- Keterampilan kerja (hardskill) di bidang pengolahan pangan.
Berbagai keterampilan dan pembentukan karakter positif tersebut diharapkan akan menjadi modal yang sangat berharga bagi para warga binaan saat mereka telah menyelesaikan masa pidana dan kembali ke tengah-tengah masyarakat kelak.
Kepala Rutan Kelas I Cipinang, I Gusti Lanang, menegaskan bahwa pembinaan di dalam rutan harus bersifat produktif dan berkelanjutan. Beliau menyampaikan komitmen penuh pihak rutan dalam memfasilitasi kegiatan positif ini.
"Kami berkomitmen memberikan ruang bagi Warga Binaan untuk mengembangkan potensi, menghasilkan karya, sekaligus berkontribusi mendukung ketahanan pangan. Pembinaan harus produktif dan memberikan manfaat nyata," tegas I Gusti Lanang.
Melalui inovasi dan program kemandirian seperti ini, Rutan Kelas I Cipinang berharap dapat terus mencetak individu-individu yang lebih baik, terampil, dan siap memberikan kontribusi positif bagi masyarakat luas setelah mereka bebas nanti.