Logo Rutan Kelas I Cipinang

Rutan Kelas I Cipinang

Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan

Memuat halaman, mohon tunggu...

Background News
Berita Terbaru

Tangis Haru Warnai Wisuda Santri Darul At-Taubah, Warga Binaan Rutan Cipinang Basuh Kaki Ibu

10 Juli 2026
06:00 WIB
2 menit baca
2 bulan yang lalu

Bagikan Berita Ini

Bantu sebarkan informasi penting ini

Tangis Haru Warnai Wisuda Santri Darul At-Taubah, Warga Binaan Rutan Cipinang Basuh Kaki Ibu - Slide 1
Tangis Haru Warnai Wisuda Santri Darul At-Taubah, Warga Binaan Rutan Cipinang Basuh Kaki Ibu - Slide 2
Tangis Haru Warnai Wisuda Santri Darul At-Taubah, Warga Binaan Rutan Cipinang Basuh Kaki Ibu - Slide 3
/ 3
JAKARTA – Suasana haru dan penuh makna mewarnai acara Wisuda Santri Angkatan Pertama Pondok Pesantren Darul At-Taubah di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Cipinang. Di tengah prosesi wisuda, para santri yang merupakan warga binaan melakukan ritual membasuh kaki ibu mereka sebagai bentuk penghormatan, ungkapan rasa syukur, serta refleksi diri atas perjalanan hidup yang telah mereka lalui. Momen ini menjadi bagian paling menyentuh dalam rangkaian kegiatan wisuda yang turut dihadiri oleh keluarga para santri.
Prosesi yang berlangsung khidmat ini dimulai ketika para ibu dan anggota keluarga dipersilakan duduk berhadapan dengan para santri. Dengan penuh ketulusan, para santri membasuh kaki ibu mereka sambil menyampaikan permohonan maaf dan ucapan terima kasih atas kasih sayang, doa, serta pengorbanan yang selama ini diberikan tanpa mengenal batas. Suasana semakin syahdu saat lantunan puisi dan pesan-pesan tentang bakti kepada orang tua mengiringi jalannya prosesi.
Tak sedikit santri yang meneteskan air mata saat bersimpuh di hadapan ibu dan bapak mereka. Begitu pula para orang tua yang hadir, tampak larut dalam suasana haru ketika menyaksikan putra-putra mereka menunjukkan perubahan sikap dan kesadaran selama menjalani pembinaan di Rutan Cipinang. Pelukan hangat dan tangisan kebahagiaan pun menjadi gambaran kuat tentang ikatan kasih sayang yang tidak pernah terputus oleh keadaan.
Kepala Rutan Kelas I Cipinang, I Gusti Lanang Agus Cahyana Putra, menyampaikan bahwa prosesi basuh kaki ibu merupakan bagian penting dari pembinaan kepribadian. Kegiatan ini bertujuan menanamkan nilai-nilai penghormatan kepada orang tua, kerendahan hati, serta kesadaran untuk terus memperbaiki diri.
Menurut I Gusti Lanang, pembinaan keagamaan di dalam Rutan tidak hanya difokuskan pada peningkatan pemahaman agama semata, tetapi juga pada pembentukan karakter dan akhlak yang baik bagi warga binaan.
β€œMelalui momen ini, kami ingin menumbuhkan kesadaran bahwa di balik setiap langkah kehidupan terdapat doa dan pengorbanan orang tua yang begitu besar. Prosesi basuh kaki ibu menjadi simbol penghormatan, penyesalan atas kesalahan yang pernah dilakukan, sekaligus tekad untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” ujar I Gusti Lanang.
Lebih lanjut, ia berharap agar pendidikan moral dan agama yang didapat di dalam rutan dapat memberikan dampak jangka panjang.
β€œKami berharap nilai-nilai yang diperoleh selama mengikuti pembinaan di Pondok Pesantren Darul At-Taubah dapat menjadi bekal berharga bagi warga binaan untuk menata masa depan yang lebih baik dan kembali ke tengah masyarakat dengan penuh tanggung jawab,” tutupnya.