/ 4
JAKARTA β Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Cipinang melaksanakan asesmen kelayakan dan penempatan rehabilitasi serta re-edukasi NAPZA pada Rabu, 7 Oktober 2026. Kegiatan penting ini diikuti oleh 220 warga binaan untuk memetakan kebutuhan dan kelayakan mereka sebagai dasar penempatan program pembinaan yang tepat sasaran.
Dalam pelaksanaannya, proses asesmen ini mengedepankan seleksi yang objektif. Untuk mencapai hal tersebut, Rutan Kelas I Cipinang berkolaborasi langsung dengan Balai Pemasyarakatan (Bapas) Timur-Utara dan Bapas Selatan. Sinergi antarinstansi ini dilakukan untuk memetakan kondisi serta kebutuhan masing-masing Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) secara akurat dan objektif.
Program yang dijalankan ini membawa inovasi baru dalam bidang rehabilitasi dan re-edukasi. Pendekatan pembinaan yang diberikan tidak hanya berfokus pada upaya untuk melepaskan WBP dari jerat NAPZA, tetapi juga secara aktif membekali mereka dengan Keterampilan Ketahanan Pangan. Langkah ini dirancang untuk meningkatkan keterampilan dan kemandirian warga binaan sebagai bekal saat mereka kembali ke tengah-tengah masyarakat.
Kepala Rutan Cipinang, I Gusti Lanang Agus Cahya Putra, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata dari pembinaan yang terarah dan berkelanjutan. "Kami mendukung penuh proses asesmen ini," tegas I Gusti Lanang. Beliau juga menaruh harapan besar terhadap keberhasilan dari inovasi program pembinaan ini. "Harapannya, program ini tidak hanya mendukung proses pemulihan, tetapi memberikan bekal yang membantu warga binaan membangun kemandirian," ujarnya.
Melalui program terpadu yang menggabungkan rehabilitasi medis/sosial dengan pelatihan kemandirian pangan, Rutan Kelas I Cipinang berharap para warga binaan dapat pulih sepenuhnya dan memiliki keahlian praktis yang dapat menunjang kehidupan ekonomi mereka di masa depan.