Logo Rutan Kelas I Cipinang

Rutan Kelas I Cipinang

Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan

Memuat halaman, mohon tunggu...

Background News
Berita Terbaru

Artikel Podcast: Suara Di Balik Jeruji - Kisah Indra Derryano

01 Agustus 2026
08:00 WIB
3 menit baca
1 bulan yang lalu

Bagikan Berita Ini

Bantu sebarkan informasi penting ini

Artikel Podcast: Suara Di Balik Jeruji - Kisah Indra Derryano - Slide 1
Dalam episode podcast "Suara Di Balik Jeruji" yang diproduksi oleh Bimgiat Rutan Kelas 1 Cipinang [00:30], kita mendengarkan kisah inspiratif dari Indra Derryano, atau yang akrab disapa Derry, menjelang hari kebebasannya. Perbincangan ini mengupas pengalamannya menjalani masa pidana selama 1 tahun 9 bulan [01:19], yang banyak dihabiskannya dengan berkarya di Bimbingan Kegiatan (Bimgiat) Rutan Cipinang.
Dari Keresahan Menuju Ketenangan di Bimgiat
Derry menceritakan awal mula ia dipindahkan dari rutan Polres ke Rutan Cipinang. Saat di Polres selama 8 bulan, ia merasa "terkunci" dan tidak bisa melakukan banyak aktivitas [10:37]. Berbekal informasi dari keluarga, ia berharap bisa menyalurkan minat bermusiknya di Bimgiat Rutan Cipinang [04:09].
Benar saja, tak lama setelah tiba, ia langsung ditarik untuk bergabung dan tampil bermusik [07:29]. Di divisi musik inilah Derry menemukan kenyamanan. Ia bahkan menemukan perannya sebagai pengatur sound system [25:27], memastikan kualitas tata suara baik untuk para pemain maupun penonton di area coffee shop rutan [26:07].
Karya dan Solidaritas Tanpa Batas
Selama di Bimgiat, Derry tidak hanya sekadar menghabiskan waktu. Ia aktif berkontribusi, salah satunya turut andil dalam acara "Hip Hop in Ruci" pada September 2022 [15:09]. Acara berskala mini festival ini sukses mengundang musisi hip-hop luar untuk tampil bersama warga binaan di dalam penjara [15:16], membuktikan bahwa karya tetap bisa lahir di balik jeruji.
Lebih dari sekadar bermusik, Derry menemukan "keluarga baru". Ia menuturkan bagaimana ikatan persaudaraan antar warga binaan dari berbagai divisi sangat kuat, tanpa memandang latar belakang [43:26]. Solidaritas dan pemahaman yang sama membuat adaptasinya terasa mudah dan bebas dari konflik [16:17].
Ikhlas: Kunci Menghadapi Keterbatasan
Ketika ditanya tentang kunci bertahan hidup di dalam penjara, Derry dengan tegas menjawab: Ikhlas [22:07]. Ia memilih untuk menerima keadaan tanpa banyak memikirkan kesulitan, dan mengalihkan energinya untuk berkegiatan positif [30:05].
Ia percaya bahwa pengalaman di penjara ini membantunya mencapai tingkat kedewasaan baru. Menurutnya, kemampuan untuk ikhlas dan menahan diri di lingkungan yang terbatas ini memberikan "sertifikat pemikiran level 10" [52:15], sebuah pencapaian mental yang mungkin sulit didapatkan di luar sana.
Persiapan Kembali ke Masyarakat
Selama di rutan, Derry tidak berhenti mengasah diri. Ia menjaga kesehatan dengan rutin berolahraga [37:34], mencoba berbagai menu sehat produksi rutan seperti susu kedelai [36:13], dan diam-diam terus menulis lirik lagu dari istilah dan pengalaman yang ia temukan di dalam penjara [39:26]. Lirik-lirik ini dipersiapkan untuk proyek album solonya kelak setelah bebas [38:57].
Di akhir perbincangan, Derry juga mempromosikan hasil karya warga binaan Bimgiat Ruci, seperti produk kulit, sablon, dan kopi, yang bisa didapatkan oleh masyarakat luar sebagai bentuk dukungan nyata [48:49].
Kisah Derryano membuktikan bahwa masa pidana tidak selamanya identik dengan keterpurukan. Dengan sikap yang tepat dan wadah yang mendukung seperti Bimgiat, warga binaan dapat menemukan keluarga baru, mengembangkan keterampilan, dan mempersiapkan diri untuk kembali ke masyarakat dengan lebih kuat.
Tonton episode lengkapnya melalui tautan YouTube berikut: